Dalam konteks garis pangkal kepulauan dilakukan dengan menggunakan garis penutup, yang dibedakan kedalam garis penutup teluk;
garis penutup muara sungai, terusan dan kuala; dan garis penutup pada pelabuhan.
a.  Garis Penutup Teluk
Pada lekukan pantai yang berbentuk teluk, garis pangkal untuk mengukur lebar laut territorial adalah garis penutup teluk.Garis penutup teluk yang dimaksud adalah garis lurus yang ditarik antara titik  titk teluar pada garis air rendah yang paling menonjol dan berseberangan pada muara teluk.  Dalam hal ini, garis penutup teluk tersebut adalah seluas atau lebih luas dari pada luas ½ lingkaran tengahnya adalah garis penutup yang ditarik pad muara teluk. Apabila pada teluk terdapat pulau-pulau yang membentuk lebih dari satu muara teluk, maka jumlah panjang garis penutup teluk dari berbagai mulut teluk maksimum 24 mil laut.
b.  Garis Penutup Muara Sungai, Terusan, dan Kuala. Pada muara sungai atau terusan, garis  pangkal untuk mengukur lebar laut territorial adalah garis penutup muara sungai atau terusan. garis penutup muara sungai atau terusan dimaksud ditarik antara titik terluar pada garis air rendah yang menonjol dan berseberangan. Dalam hal garis lurus tidak  dapat diterapkan karena adanya kuala pada muara sungai,sebagai garis penutup kuala dipergunakan garis-garis lurus yang menghubungkan antara titik-titik kuala dengan titik-titik terluar pada air garis rendah tepian muara sungai.
c.  Garis Penutup Pelabuhan. Pada daerah pelabuhan, garis pangkal untuk mengukur lebar laut territorial adalah garis-garis lurus sebagai penutup daerah pelabuhan, yang meliputi bangunan permanen terluar yang merupakan bagian integral sistem pelabuhan sebagai bagian dari pantai. Garis  lurus dimaksud ditarik antara titik -titik terluar pada garis air rendah pantai dan titik-titik terluar bangunan permanen terluar yang merupakan bagian integral system pelabuhan.